facebook twitter instagram

~ Beartopia ~

  • Home
  • Psychology
  • Joylada
    • Sweat & Tears
    • Freerunning Estafet
    • Pangeran Kuda Putih VS Mr. Cat
LAPORAN ASESMEN
I.       Identitas Klien
            Nama                                       : A. S
            Tempat/tanggal lahir               :
            Jenis Kelamin                          :
            Agama                                     : Islam
            Suku                                        :
            Alamat Asal                            :
            Alamat sekarang                     :

Hereditas dan masa muda
            Klien adalah anak ke 4 (empat) dari 5 (lima) bersaudara, klien bukanlah anak yang dimanja, perlakuan orang tua terhadap klien baik dan wajar, cara pendidikan orang tua tidak keras dan juga tidak terdapat tata tertib yang ketat, kedua orang tuanya termasuk sosok yang berpengaruh di dalam keluarga klien, suasana di dalam keluarga harmonis dan baik-baik saja, klien tidak pernah menyaksikan pertengkaran di antara orang tua, reaksi klien ketika adiknya lahir sangat gembira karena adiknya berjenis kelamin laki-laki pastinya bisa diajak bermain bersama, klien diperlakukan oleh adik dan kakaknya dengan baik dan disyangi, di antara saudaranya yang paling klien sukai adalah adiknya karena jarak umur dengan adiknya lebih dekat. Keadaan ekonomi di dalam keluarga klien seba berkecukupan, penghayatan agama dan spiritualitas juga baik. Sikap seksualitas di dalam keluarga sangat tabu untuk dibicarakan. Dulu klien pernah dihukum karena pulang bermain terlalu sore, cara dihukumnya yaitu dibatasi fasilitas bermain seperti ban sepeda dikempeskan dan dimarahkan. klien juga termasuk orang yang baik dan mempunyai banyak teman di masa mudanya (masa kanak-kanak).


Sifat klien di masa muda
            Klien merupakan seseorang yang aktif, klien bukan merupakan seseorang yang keras kepala, suka memberontak, iri hati, cepat marah, agresif, dll. Di waktu kecil klien merupakan seseorang yang pemalu apabila berada di lingkungan yang baru. Klien memiliki keterikatan emosi yang kuat terhadap ibunya, sikap klien terhadap anggota keluarga yang lain sangat baik, klien juga tidak merasa lain dibanding anak yang lain serta juga tidak merasa iri terhadap anak yang lain. Permainan yang paling disukai klien adalah layangan dan hobinya suka mengkoleksi permainan.

Waktu sekolah
            Pada umur enam tahun klien pertama kali masuk dan duduk di kelas satu SD, klien tidak pernah tidak naik kelas, klien juga tidak pernah membolos. Sikap klien terhadap para guru hormat. Mata pelajaran yang palian klien sukai adalah mata pelajaran kesenian. Klien memperoleh pengetahuan seksualitas pertama kali dari teman-teman sebayanya. Ketika klien melakukan masturbasi maka disertai persaan berdosa.

Perkembangan psikoseksual
            Reaksi Ibu atau keluarga klien terhadap rasa ingin tahu tentang seksualitas sangat tabu untuk dibicarakan di dalam keluarga, klien juga tidak pernah melakuakan eksperimen seksual di masa muda, klien pertama kali klien memperoleh keterangan tentang seksualitas dari teman-teman sebayanya, cara memperoleh keterangan tersebut dari mulut ke mulut dan pengetahuan tersebut dirasa belum cukup bagi klien. Klien tidak dipersiapkan memahai menarche/wet dream. Setelah melakaukan masturbasi klien merasa berdosa. Sikap klien terhadap heteroseksualitas dan homoseksualitas sangat tidak setuju, sikap klien terhadap seksualitas pada umumnya biasa dan wajar saja. Klien memperoleh kepuasan seksual dengan masturbasi dan klien juga pernah bermimpi melakuakan seksual dengan lawan jenisnya.


Penyesuaian Sosial
            Sikap klien terhadap keluarga sangat baik, saling menyayangi dan menghormati, sikap klien terhadap keluarga Ayah dan Ibu juga baik, sikap klien terhadap atasan dan teman sejawat sangat bersahabat. Klien lebih banyak berteman dengan teman teman laki-lakinya, klien juga termasuk orang yang bersahabat, sikap sosial klien mudah menyesuaikan diri kepada lingkungannya, klien juga tidak pernah mempunyai pengalaman kriminalitas, klien merasabaman dan percaya pada diri sendiri dan jarang mempunyai hubungan yang menyusahkan.

Sifat dan karakter saat ini
            Klien termasuk orang yang stabil dan tidak emosional, klien selalu optimis walau terkadang sering menunda-ninda waktu. Klien termasuk seseorang yang mandiri tidak selalu bergantung pada orang lain, klien jarang mencari pertolongan, persetujuan, dan jarang berkumpul dengan banyak orang, saat ini klien lebih suka diam dan melakuakn aktifitas di rumah saja seperti: menonton, mengerjakan tugas, dll.Klien jarang menyataka agresinya, klien termasuk seseorang yang pemurah dan jujur, klien juga tidak pernah melarikan diri dari kenyataan dan selalu menerima dengan apa adanya. Klien bukanlah tipe orang yang mempunyai sense of humor. Ketika klien menghadapi situasi yang baru maka klien perlu melakukan penyesuaian dan adaptasi terlebih dahulu. Macam hubungan antar pribadi klien yaitu: Mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Pengalaman traumatik
            Segi kehidupan klien yang menyenangkan adalah ketika dapat melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan keluarag, kebutuhan klien akan rasa aman dan cinta kasih cukup terpuaskan di masa mudanya, harapan klien ke depannya bisa menjadi orang yang berhasil dan berguna bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Klien tidak mempunyai pengalaman traumatik pada seksualitas. Pengalaman yang menyebabkan perasaan tertekan pada klien adalah ketika banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu waktu, klien tidak meraa mempunyai tekanan sosial atau ekonomi. Situasi yang menyebabkan munculnya kecemasan pada klien adalah ketika ada masalah dalam pribadi yaitu terkadang suka menunda waktu dan banyak tugas atau pekerjaan yang belum terselesaikan. Klien bukanlah tipe orang yang pendendam kepada orang lain walau pun klien pernah merasakan dirugikan orang lain.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
I.                   IDENTITAS
Nama                                       :
Jenis kelamin                           : laki-laki
Usia                                         : dewasa  
Pendidikan                              :
Alamat            Asal                             :
Alamattempattinggal              : 
Suku                                        : 
Deskripsi subjek                      :

A.    Fisik
Subjek berbadan kurus tinggi, berkulit sawo matang. Berambut hitam. Subjek memakai kaca mata dan jam tangan ditangan kanan yang berwarna hitam. Subjek memakai baju batik berwarna putih dan coklat. Di baju subjek terdapat saku di sebelah kanan. Subjek memakai celana hitm panjang.
B.     Non Fisik
Sewaktu observer perhatikan, subjek sedang melihat televisi dan subjek duduk bersila dan sesekali berganti posisi duduk. Sesekali subjek mengganti acara televisi. Didekat subjek terdapat handpone subjek. Jika handpone subjek berbunyi, subjek bergegas mengambil handpone. Ketika memegang handpone, subjek terlihat serius.

II.                LATAR BELAKANG OBSERVASI
Penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai interaksi Anda yang kontinu dengan diri Anda sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia Anda (Calhoun dan Acocella dalam Sobur, 2003).Penyesuaian diri merupakan suatu konstruksi/bangunan psikologi yang luas dan komplek, serta melibatkan semua reaksi individu terhadap tuntutan baik dari lingkungan luar maupun dari dalam diri individu itu sendiri. Dengan perkataan lain, masalah penyesuaian diri menyangkut aspek kepribadian individu dalam interaksinya dengan lingkungan dalam dan luar dirinya (Desmita, 2009). Penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri danpa dalingkungannya. Sehingga rasa permusuhan, dengki, irihati, pransangka, depresi, kemarahan, dan lain-lain emosi negative sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis habis (KartiniKartono, 2002).

Contoh kasus penyesuaian diri anak terhadap kebijakan orang tuanya adalah ada sorang anak berusia 23 tahun. Anak itu hidup di keluarga yang sangat ketat peraturannya. Namun anak itu tidak bisa memenuhi atau tidak bisa menerima peraturan dan kebijakan-kebijan yang diberikanoleh orang sehingga anak tersebut, melawan peraturan dan kebijakan-kebijakan yang di terapkan oleh orang tuanya. Karena anak sering melanggar peraturan yang ada dirumah, membuat anak tersebut sering di marahioleh orang tuanya, terutama oleh bapaknya.

Berdasarkan pengamatan yang telah observer ambil dari subjek adalah, subjek lebih diam dan tidak terbuka kepada orang tuanya. Subjek menjadi tidak betah dirumah, lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah daripada menghabiskan waktu di rumah bersama orang tuanya.
Dari uraian di atas adalah, penyesuain diri seorang anak terhadap kebijakan orang tuanyaperlu di tanamkan di diri anak tersebut sejak sedini mungkin. Jika tidak, seperti contoh kasus di atas, sang anak sendiri malah menjadi melawan dan memberontak kepada orang tua tersebut. Jadi, para orang tua juga harus pintar-pintar memberi peraturan dan kebijakan terhadap anak. Jangan smapai karena orang tua ingin menjadi sang anak menjadi apa yang para orang tuaharapkan, orang tua malah memaksa sang anak. Karnasesuatu yang di paksa itu tidak akan berujung baik. Biarkan sang anak menjadi dirinya sendiri.

III.             TUJUAN OBSERVASI
Tujuan observasi adalah untuk mengetahui bagaimana penyesuaian diri pada anak  terhadap kebijakan orang  tuanya.

IV.             JENIS DAN TEKNIK PENGAMBILAN DATA OBSERVASI
Observasi partisipasi adalah observasi yang melibatkan peneliti atau bserver secara langsungdalam kegiatan pengamatan dilapangan. Jadi penelitian bertindak sebagai observer, artinya penelitian merupakan bagian dari kelompok yang ditelitinya. Keuntungan cara ini adalah peneliti merupakan bagian yang integral dari situasi yang dipelajarinya sehingga kehadirannya tidak mempengaruhi situasi penelitian. Kelemahannya yaitu ada kecenderungan peneliti terlampau terlibat dalam situasi itu, sehingga prosedur yang berikutnya tidak mudah di cek kebenarannya ileh peneliti lain.
Pencatatn data menggunakan anecdotalrecord yaitu  teknik mencatat hal-hal yang penting dan tidak membutuhkan waktu tertentu karena dapat dilakukan dimana saja.


V.                DASAR TEORI

A.      Pengertian

Penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis.Menurut Kartono (2000),
Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri.
Ali dan Asrori (2005) juga menyatakan bahwa penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada.
Sebelumnya Scheneiders (dalam Yusuf, 2004), juga menjelaskan penyesuaian diri sebagai suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup.
Hurlock (dalam Gunarsa, 2003) memberikan perumusan tentang penyesuaian diri secara lebih umum, yaitu bilamana seseorang mampu menyesuaikan diri terhadap orang lain secara umum ataupun terhadap kelompoknya, dan ia memperlihatkan sikap serta tingkah laku yang menyenangkan berarti ia diterima oleh kelompok atau lingkungannya. Dengan perkataan lain, orang itu mampu menyesuaikan sendiri dengan baik terhadap lingkungannya.



Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri adalah proses mengubah diri sesuai dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi dan konflik sehingga tercapainya keharmonisan pada diri sendiri serta lingkungannya dan akhirnya dapat diterima oleh kelompok dan lingkungannya.

B.Aspek-aspek penyesuaiandiri
Menurut Fatimah (2006) penyesuaian diri memiliki dua aspek, yaitu sebagai berikut:

1.        Penyesuaian pribadi

Penyesuaian pribadi adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri demi tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Ia menyatakan sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangannya dalam mampu bertindak objektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut.

2.          Penyesuaian sosial

Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial di tempat individu itu hidup dan berinterakasi dengan orang lain. Hubungan-hubungan sosial tersebut mencakup hungan dengan anggota keluarga, masyarakat, sekolah, teman sebaya, atau anggota masyarakat luas secara umum.







VI.             PEDOMAN OBSERVASI
1.        Aspek penyesuaian pribadi
1.  Penerimaan subjek terhadap diri sendir
2. Mampu menerima kenyataan
3. Mampu mengontrol diri sendiri
4. Mampu mengarahkan diri sendiri      

2.        Penyesuaian sosial
1.     Memiliki hubungan interpersonal yang baik
2.     Memiliki simpati pada orang lain
3.     Mampu menghargai orang tua
4.     Ikut berpartisipasi dalam kelompok

VII.          SETTING
1.Observasi 1
a. Hari/Tanggal            : Minggu, 18 Oktober 2015
b. Waktu                     : 18:35
c. Tempat                    : Dirumah subjek
d. Deskripsi suasana    : Suasana rumah subjek, tenang, tidak  gaduh. Di dalam rmah subjek  terdapat  televisi  yang berada di ruang tamu. Di ruang tammu terdpat  mejaa  tmu daan kursi tamu sebanyak 5 kursi. Dirumah subjek terdapat tingkat yang menghbungan  ke lantai satu dan dua. Di  depan  rumah subjek terapat rumah.


2. Observasi 2
a. Hari/Tanggal            : Senin,  19 Oktober 2015
b. Waktu                     : 19:35
c. Tempat                    :  kafe
d. Deskripsi suasana    : suasana di dalam kafe  nyaman. dan terkondisikan. Didalam kafe ada lampu warna warni. Didalam kafe  terdapat  ruang memsak untuk memasak  pesanan para pelanggan yang datang. Parkiran kafe luas dan didepan kafe  terdapat ppohonan dan jalan raya.

3.Observasi 3
a. Hari/Tanggal            : Selasa,  20  Oktober 2015
b. Waktu                     : 14:12
c. Tempat                    : Halaman rumah subjek
d. Deskripsi suasana    : Halaman rumah subjek, rapi dan nyaman. Di halaman rumah subjek terdapat tanam-tanaman yang banyak dan beragai macam tata letaknya. Di halam subjek terlihat ada seped motor yang sedang terparkir.




Tabel 1
Rangkuman tema, sub kategori dan kategori
No.
Tema
Sub Kategori
Kategori
1.
Mekipun subjek belum bisa menerima kebijakan yang diberi oleh orang tuanya, subjek mencoba menerima walau terkadang subjek melanggar kebijakan orang tua.
Penerimaan subjek terhadap kebijakan orang tua. (O1,L,S1,b1-b4).



Penyesuian pribadi.
2.
Waktu subjek mengetahui kalau subjek harus menaati kebijakan yang di berikan oleh orang tuanya, dengan sangat antusias, subjek menerima kebijakan dari orang tuanya.
Subjek menerima kebijakan dari orang tuanya (O1,L,S1,b4-b7).

Penyesuian pribadi.
3.
Ketika subjek di marahi oleh bapaknya karena melanggar kebjakan, subjek terlihat diam dan tidak mencoba melawan.
Subjek mampu mangontrol diri untuk tidak melaawan orangtua (O3,L,S1,b7-b9).

Penyesuian pribadi.
4.
ketika subjek ingin keluar manum waktu menunjukan waktu pukul  22:30, subjek langsug ingat bahwa kebijakan orang tuanya, tidak boleh keluar malam-malam.
Subjek mampu mengingat apa kebijakan yang diberi oleh orang tuannya (O2,L,S1,b8-b11).


Penyesuian pribadi.
5.
Ketika subjek di ajak bericara dengan orang tuanya, subjek sangat antuas dan mendengarkan apa saja yang di bicarakan.
Subjek memiliki hubungan interpersonal yang baik (O1,L,S1,b11-b13).

Penyesuaian sosial.
6.
Ketika subjek di mintai pertolongan oleh bapaknya untuk memasukkan sepada motor kedalam garasi, subjek langsung bergegas untuk memasukan motor kedalam garasi.
Subjek memiliki simpati pada orang tuanya (O2,L,S1,b13-b16).

Penyesuaian sosial.
7.
Ketika subjek pergi main bersama teman-temannya, orang tua memberi batasan waktu hingga jam 11 malam. Dan subjekpun menyanggupinya.
Subjek mampu menghargai kebijkan orang tuanya (O3,L,S1,b17-b19).

Penyesuaian sosial.
8.
Ketika subjek di  tinggal oleh  orangtuanya pergi, subjek di  mintai tolong untuk menjaga rumah bersama adeknya. Dan  subjek pun menjalankan perintah  dari  orang  tuanya dengan baik.
Subjek mampu bekerja sama dengan adiknya. (O2,L,S1,b19-b23).
Penyesuaian sosial.


VIII.       INTERPRETASI HASI
A.           Aspek penyesuaian pribadi.
Penerimaan subjek terhadap kebijakan orang tua. (O1,L,S1,b1-b4). Mekipun subjek belum bisa menerima kebijakan yang diberi oleh orang tuanya, subjek mencoba menerima walau terkadang subjek melanggar kebijakan orang tua.
Subjek menerima kebijakan dari orang tuanya (O1,L,S1,b4-b7). Waktu subjek mengetahui kalau subjek harus menaati kebijakan yang di berikan oleh orang tuanya, dengan sangat antusias, subjek menerima kebijakan dari orang tuanya.
Subjek mampu mangontrol diri untuk tidak melaawan orangtua (O3,L,S1,b7-b9). Ketika subjek di marahi oleh bapaknya karena melanggar kebjakan, subjek terlihat diam dan tidak mencoba melawan.
Subjek mampu mengingat apa kebijakan yang diberi oleh orang tuannya (O2,L,S1,b8-b11). ketika subjek ingin keluar manum waktu menunjukan waktu pukul  22:30, subjek langsug ingat bahwa kebijakan orang tuanya, tidak boleh keluar malam-malam.

B.            Penyesuaian sosial.
Subjek memiliki hubungan interpersonal yang baik (O1,L,S1,b11-b13). Ketika subjek di ajak bericara dengan orang tuanya, subjek sangat antuas dan mendengarkan apa saja yang di bicarakan.
Subjek memiliki simpati pada orang tuanya (O2,L,S1,b13-b16). Ketika subjek di mintai pertolongan oleh bapaknya untuk memasukkan sepada motor kedalam garasi, subjek langsung bergegas untuk memasukan motor kedalam garasi.
Subjek mampu menghargai kebijkan orang tuanya (O3,L,S1,b17-b19). Ketika subjek pergi main bersama teman-temannya, orang tua memberi batasan waktu hingga jam 11 malam. Dan subjekpun menyanggupinya.
Subjek mampu bekerja sama dengan adiknya. (O2,L,S1,b19-b23). Ketika subjek di  tinggal oleh  orangtuanya pergi, subjek di  mintai tolong untuk menjaga rumah bersama adeknya. Dan  subjek pun menjalankan perintah  dari  orang  tuanya dengan baik.
A.                KESIMPULAN
Dari observasi di atas, dapat di katakan bahwa subjek sudah mampu menerima kebijakan dari orang tuanya. Walau masih terlihat belum sepenuhnya menerima. Berdasarkan hasil observasi di atas, subjek mampu mengubah diri sesuai dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi dan konflik sehingga tercapainya keharmonisan pada diri sendiri serta lingkungannya dan akhirnya dapat diterima oleh kelompok dan lingkungannya.



B.                 DAFTAR PUSTAKA
Kartini K, 2002. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Rineka Cipta
  
Alex S, 2003. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia

Davies, P. 2004. Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Alih Bahasa Saut Pasaribu.Yogyakarta: Torent Books.

Yusuf,S. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung : PT Remaja RosdakaryaOffset.


C.                LAMPIRAN

       SUBJEK  1
HASIL OBSERVASI 1

Hari                             : Minggu
Tanggal                       : 18, Oktober 2015
Jam                               : 18:35
Tempat                          : Dirumah subjek
Teknik Pencatatan data  : Anecdotal record



Baris
Catatan
Tema
1


5


10




15




20
Mekipun subjek belum bisa menerima kebijakan yang diberi oleh orang tuanya, subjek mencoba menerima walau terkadang subjek melanggar kebijakan orang tua. Waktu subjek mengetahui kalau subjek harus menaati kebijakan yang di berikan oleh orang tuanya, dengan sangat antusias, subjek menerima kebijakan dari orang tuanya. Ketika subjek di marahi oleh bapaknya karena melanggar kebjakan, subjek terlihat diam dan tidak mencoba melawan. ketika subjek ingin keluar manum waktu menunjukan waktu pukul  22:30, subjek langsug ingat bahwa kebijakan orang tuanya, tidak boleh keluar malam-malam. Ketika subjek di ajak bericara dengan orang tuanya, subjek sangat antuas dan mendengarkan apa saja yang di bicarakan. Ketika subjek di mintai pertolongan oleh bapaknya untuk memasukkan sepada motor kedalam garasi, subjek langsung bergegas untuk memasukan motor kedalam garasi. Ketika subjek pergi main bersama teman-temannya, orang tua memberi batasan waktu hingga jam 11 malam. Dan subjekpun menyanggupinya. Ketika subjek di  tinggal oleh  orangtuanya pergi, subjek di  mintai tolong untuk menjaga rumah bersama adeknya. Dan  subjek pun menjalankan perintah  dari  orang  tuanya dengan baik.
Penerimaan subjek terhadap kebijakan orang tuanya (O1,L,S1,b1-b4).
Subjek menerima kebijakan dari orang tuanya (O1,L,S1,b3-b7).
Subjek mampu mangontrol diri untuk tidak melaawan orangtua (O3,L,S1,b7-b9).
Subjek mampu mengingat apa kebijakan yang diberi oleh orang tuannya (O2,L,S1,b8-b11).
Subjek memiliki hubungan interpersonal yang baik (O1,L,S1,b11-b13).
Subjek memiliki simpati pada orang tuanya (O2,L,S1,b13-b16).
Subjek mampu menghargai kebijkan orang tuanya (O3,L,S1,b17-b19).

Subjek mampu bekerja sama dengan adiknya. (O2,L,S1,b19-b23).

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Labels

Analisis Kasus Antropobiologi Antropologi Budaya Asesmen Kepribadian Asesmen: Observasi dan Wawancara Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Cerita Rakyat Cerpen Filosofi Filsafat Grafologi HRD Ilmu Kesehatan Mental & Psikopatologi Intervensi Dasar Kelompok dan Komunitas Intervensi Dasar Organisasi Jurnal Ketamansiswaan Kewarganegaraan Kode Etik Psikologi Kuliner Metode Penelitian Kualitatif Metode Penelitian Kuantitatif Parenting Pend. Agama Islam Pendidikan Pancasila Pengembangan Skala Psikologi Pengembangan Tes Prestasi Penyakit Kulit Perilaku Konsumen Psikodiagnostika Psikologi Psikologi Abnormal Psikologi Analitis Psikologi Eksperimen Psikologi Emosi Psikologi Faal Psikologi Forensik Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Kepemimpinan Psikologi Kepribadian Psikologi Kesukaran Belajar Psikologi Kewirausahaan Psikologi Klinis Psikologi Kognitif Psikologi Komunikasi Psikologi Konseling Psikologi Orhius Psikologi Pelatihan dan Pengembangan Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Seni Psikologi Sosial Psikologi Teknologi dan Informasi Psikologi Transpersonal Psikologi Ulayat (Indigenous Psychology) Psikologi Umum Psikometri Puisi Review Jurnal Sosiologi Statistika Statistika Inferensial Tes Psikologi Tips & Trik Umum

Popular Posts

  • Modul Interpretasi-Tes Grafis (DAP-BAUM-HTP-Wartegg)
  • Pandangan Teoritis Tentang Tingkah Laku Abnormal
  • KRIMINALITAS
  • Tipe Tipe Komunikasi
  • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask
    Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask

Time

Translate

About me

Anak pertama dari empat bersaudara, dilahirkan 23 tahun lalu di Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 04 April 1996 yang akhirnya memiliki dua suku yaitu suku Mandar dan Jawa.

Punya hobi bermain game online, menulis dan memasak. Suka traveling walau kantong tipis. Bercita-cita jadi dokter hewan dan psikolog. Si Pleghmatis yang kadang Koleris. Si cuek yang menyukai romantis. Si tukang nangis yang suka marah-marah. Si nekat yang takut sendirian. Si cadel yang susah untuk ngucapin p atau f dan juga r.

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Maret (1)
      • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum da...
  • ►  2019 (251)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (241)
Diberdayakan oleh Blogger.
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by BeautyTemplates