facebook twitter instagram

~ Beartopia ~

  • Home
  • Psychology
  • Joylada
    • Sweat & Tears
    • Freerunning Estafet
    • Pangeran Kuda Putih VS Mr. Cat

Teori plato tentang pengingatan kembali adalah teori yang berpendapat bahwa pengetahuan adalah fungsi mengingat kembali informasi yang telah lebih dahulu di peroleh. Teori ini diciptakan plato abad 5 SM. Ia mendasarkan pada filsafat “alam ide”, dan keazalian jiwa. Plato yakin bahwa jiwa manusia ada dalam bentuk jiwa yang berdiri sendiri, terlepas dari badan, dan sebelum badan itu ada.
Karena wujud jiwa itu bebas-sebebasnya dari materi, ia berhubungan dengan alam ide yaitu realitas yang bebas dari materi. Ketika ia harus turun dengan alam inmaterialnya untuk disatukan dengan badan dan dikaitkan dengannya di alam materi.
Teori, ini berdasarkan atas dua proposisi, pertama bahwa jiwa sudah ada sebelum adanya badan di alam tinggi sebelum adanya alam materi. Kedua, pengetahuan rasinal adalh tidak lain dari pengetahuan rasional yang tidak tetap di alam yang lebih tinggi, yang oleh Plato disebut archetypes.
Kedua proposisi itu salah seperti diterangkan oleh para kritikus filsafat plato. Jiwa dalam arti filosofis rasional bukanlah sesuatu yang maujud secara terpisah dan secara abstrak sebelum adanya badan. Ia adalah hasil gerak substansial di dalam materi. Mula-mula jiwa mulai dengan gerak sebagai materi dengan sifat-sifat materi dan tunduk kepada hukum-hukum materi. Dengan sarana gerak dan proses penyempurnaan ini ia menjadi wujud inmaterial, tidak lagi bersifat material dan tidak lagi tunduk dengan hukum material.
Konsep filsafat jiwa inilah satu-satunya konsep yang dapat menjelaskan antara jiwa dan materi antara jiwa dan badan. Sedangkan konsep Platonik yang mengasumsikan jiwa sebagai sudah ada sebelum badan adalah konsep yang paling lemaha yang menghubungkan hubungan antara badan dan jiwa tersebut. Juga, ia tidak menjelaskan kondisi jiwa tersebut turun dari peringkatnya sendiri ke peringkat materi. Di samping itu, pengetahuan rasional dapat dijelaskan dengan menyisihkan pemikiran alam ide dari pembahasan, dengan apa yang telah diuraikan.
Aristetoles (abad ke-4 SM), mengungkapkan bahwa konsep-konsep indrawi itu sama dengan konsep universal yang diketahui oleh pikiran sesudah mengabstrasikan karakteristik individualnya dan menyisakan gagasan umumnya. Maka universal yang kita persepsikan bukanlah realitas yang kita persepsikan di alam yang lebih tinggi. Tetapi ia adalah bentuk manusia ini atau itu sesudah terkena proses abstraksi yang dengan cara itu, gagasan universal disarikan dengannya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Labels

Analisis Kasus Antropobiologi Antropologi Budaya Asesmen Kepribadian Asesmen: Observasi dan Wawancara Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Cerita Rakyat Cerpen Filosofi Filsafat Grafologi HRD Ilmu Kesehatan Mental & Psikopatologi Intervensi Dasar Kelompok dan Komunitas Intervensi Dasar Organisasi Jurnal Ketamansiswaan Kewarganegaraan Kode Etik Psikologi Kuliner Metode Penelitian Kualitatif Metode Penelitian Kuantitatif Parenting Pend. Agama Islam Pendidikan Pancasila Pengembangan Skala Psikologi Pengembangan Tes Prestasi Penyakit Kulit Perilaku Konsumen Psikodiagnostika Psikologi Psikologi Abnormal Psikologi Analitis Psikologi Eksperimen Psikologi Emosi Psikologi Faal Psikologi Forensik Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Kepemimpinan Psikologi Kepribadian Psikologi Kesukaran Belajar Psikologi Kewirausahaan Psikologi Klinis Psikologi Kognitif Psikologi Komunikasi Psikologi Konseling Psikologi Orhius Psikologi Pelatihan dan Pengembangan Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Seni Psikologi Sosial Psikologi Teknologi dan Informasi Psikologi Transpersonal Psikologi Ulayat (Indigenous Psychology) Psikologi Umum Psikometri Puisi Review Jurnal Sosiologi Statistika Statistika Inferensial Tes Psikologi Tips & Trik Umum

Popular Posts

  • Modul Interpretasi-Tes Grafis (DAP-BAUM-HTP-Wartegg)
  • KRIMINALITAS
  • Pandangan Teoritis Tentang Tingkah Laku Abnormal
  • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask
    Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask
  • ILMU KALAM

Time

Translate

About me

Anak pertama dari empat bersaudara, dilahirkan 23 tahun lalu di Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 04 April 1996 yang akhirnya memiliki dua suku yaitu suku Mandar dan Jawa.

Punya hobi bermain game online, menulis dan memasak. Suka traveling walau kantong tipis. Bercita-cita jadi dokter hewan dan psikolog. Si Pleghmatis yang kadang Koleris. Si cuek yang menyukai romantis. Si tukang nangis yang suka marah-marah. Si nekat yang takut sendirian. Si cadel yang susah untuk ngucapin p atau f dan juga r.

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Maret (1)
      • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum da...
  • ►  2019 (251)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (241)
Diberdayakan oleh Blogger.
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by BeautyTemplates