facebook twitter instagram

~ Beartopia ~

  • Home
  • Psychology
  • Joylada
    • Sweat & Tears
    • Freerunning Estafet
    • Pangeran Kuda Putih VS Mr. Cat
VARIABEL PENELITIAN

1.    VARIABEL TERGANTUNG
Variabel tergantung adalah variabel penelitian yang diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variabel lain. Besarnya efek tersebut diamti dari ada-tidaknya, timbul- hilangnya, membesar-mengecilnya, atau berubahnya variasi yang tampak sebagai akibat perubahan pada vriabel lain termaksud.

Variabel Tergantung (Dependent Variabel) Yaitu kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel bebas.
Menurut fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain, karenanya juga sering disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel terpengaruhi.

Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, Kriteria, Konsekuen. Atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Variabel terikat. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) variabel dependen disebut variabel Indogen.*
Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables). Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
Contoh:
Jika seorang peneliti ingin mengkaji hubungan antara dua variabel, misalnya variabel waktu untuk belajar (A) dan prestasi belajarnya (B), maka pertanyaan atau masalah yang diajukan , “Bagaimanakah prestasi belajar yang dicapai apabila waktu yang dipakai untuk belajar lebih banyak atau lebih sedikit?”
Banyak sedikitnya waktu belajar yang dipakai oleh pebelajar diidentifikasikan sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat.
Variabel ini (waktu belajar) dimanipulasi atau diubah untuk menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya (prestasi belajar).

Variabel Dependen
Sering disebut sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat atau Variabel Tergantung.
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Indogen.
Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent.
Contoh :
“Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan…”

2.    VARIABEL BEBAS
Variabel bebas adalah suatu variabel yang variasinya mempengruhi variabel lain. Dapat pula dikatakan bahwa variabel bebas adalah variabel yang pengaruhnya terhadap variabel lain ingin diketahui. Variabel ini dipilih dan sengaja di manipulasi oleh penelitti agar efekmya terhadap variabel lain tersebut dapat diamati dan diukur.   

Variabel Bebas ( Independent Variabel)
Adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasi  dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi.
Karena fungsi ini sering disebut variabel pengaruh, sebab berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap variabel lain.

Variabel ini juga sering disebut sebgai variabel  Stimulus, Prediktor, antecendent. Dalam SEM(Structural Equation Modeling) variabel independen disebut variabel eksogen.

Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.

Variabel  Independen
Variable ini sering disebut sebagai Variabel Stimulus, Predictor, Antecedent, Variabel Pengaruh, Variabel Perlakuan, Kausa, Treatment, Risiko, atau Variable Bebas.
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Eksogen.
Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat).
Dinamakan sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain.
Contoh :
“Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan…”


3.    VARIABEL KENDALI
Apa yang dapat dilakukan oleh peneliti dalam hal ini adalah menjadikan variabel-variabel bebas yang hendak dikendalikan pengaruhnya itu sebagai variabel kendali (control variabel). Variabel kendali adalah variabel bebas yang efeknya terhadap variabel tergantung dikendalikan oleh peneliti dengan cara menjadikan pengaruhnya netral. Dengan kata lain, variabel bebas yang semula dibiarkan bervariasi kini dibatasi sehingga variasinya minimal atau hilang sama sekali.
Variabel kendali Yaitu yang membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai variabel mederator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama berkaitan dengan variabel  moderator jadi juga  seperti variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel tergantung
Variabel Kontrol
Variabel yang dinetralisasi yang diidentifikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.
Variabel Kontrol
Variabel Kontrol adalah Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.
Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti dalam penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimental.
Contoh :
Tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap umur harapan hidup. Di sini ada varaibel antaranya yaitu yang berupa Gaya Hidup seseorang. Antara variabel penghasilan dan gaya hidup terdapat variabel moderator yaitu Budaya Lingkungan Tempat Tinggal.

4.    VARIABEL MODERATOR
Variabel moderator adalah variabel bebas bukan utama yang juga diamati oleh peneliti untuk  menentukan sejauh manakah efeknya ikut mempengaruhi hubungan antara variabel bebas utama dan varibel tergantung. Variabel moderator dibiarkan bervariasi agar pengaruhnya terhadap variabel tergantung dapat diamati dan diperhitungkan sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang lebih cermat mengenai hubungan variabel bebas dan variabel tergantung.


Variabel Moderator
Dalam mengidentifikasi variabel moderator dimaksud adalah variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta meperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung.

Variabel moderator adalah faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Contoh:
Hipotesis : Kecermatan membaca siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki setelah mereka mendapat pembelajaran membaca cepat dan lambat.
Variabel bebas : pembelajaran membaca cepat dan lambat
Variabel moderator : siswa perempuan dan laki-laki
Variabel terikat : kecermatan

 Variable Moderator
Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat.
Variabel Moderator disebut juga Variabel Independen Kedua.
Contoh :
hubungan Variabel Independen – Moderator – Dependen :
Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/lingkungan belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

A.      Pendahuluan

           Dalam laporan suatu instansi seringkali dicantumkan angka – angka atau diagram dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang kemajuan atau hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Angka yang dicantumkan adalah angka – angak akhir yang merupakan  hasil pengolahan dari angka – angka hasil kerja  yang dihimpun dari hari kehari, bulan kebulan bahkan dari tahun ke tahun. Itulah yang dinamakan statistik
          Statistik dalam pengertian umum adalah kumpulan fakta, umumnya berbentuk angka – angka dan atau diagram yang menggambarkan suatu persoalan atau keadaan. Sedangkan statistik dalam pengertian sempit adalah ukuran, ebagai wakil dari kumpulan fakta mengenai sesuatu hal.
          Dalam suatu penelitian statistik, agar angka – angka yang disajikan dan kesimpulan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan, maka pemrosesan data mulai dari pengumpulan angka – angka, pengolahan, penyajian sampai pada analisis dan pengambilan kesimpulan  harus dilaksanakan dengan cara – cara yang benar. Ini merupakan ilmu pengetahuan tersendiri yang disebut dengan Statistika. Jadi statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara – cara pengumpulan fakta, pengolahan, penyajian dan analisis serta penarikan kesimpulannya.

B.      Kegunaan Statistik

          Statistik diberi nama sesuai dengan jenis persoalan yang diliputinya. Sebagai contoh, yang membicarakan masalah - masalah kesehatan disebut Statistik Kesehatan, yang membahas masalah - masalah pertanian disebut Statistik Pertanian dan seterusnya.
          Dalam pelaksanaan tugas - tugas kesehatan, secara umum kegunaan statistik ada dua, yaitu :
1.        Merupakan sarana untuk melakukan evaluasi.
Yaitu untuk menilai pekerjaan – pekerjaan, baik yang sedang maupun yang telah selesai dilaksanakan, apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang direncanakan atau belum.          Contohnya program imunisasi dikatakan berhasil apabila jumlah penderita penyakit menular yang bersangkutan menurun atau nol.

2.        Merupakan bahan untuk membuat perencanaan
Dengan menggunakan statisik yang sudah kita miliki, kita dapat membuat rencana yang realitis, artinya sesuai dengan kebutuhan dan kenyataan yang ada di lapangan. Contohnya penambahan fasilitas kesehatan yang didasarkan pada peningkatan jumlah penduduk.

C.      Jenis Statistik


          Hal, keadaan atau peristiwa - peristiwa yang dicatat, dikumpulkan untuk kemudian disusun menjadi statistik, disebut data statistik. Sebagai contoh, apabila kita akan menyusun statistik tentang tinggi dan berat badan sejumlah balita, maka angka - angka yang menunjukkan tinggi dan berat badan dari masing - masing balita tersebut adalah data statistik. Data statistik yang baru dikumpulkan dan belum diolah disebut data mentah.

          Data statistik ada dua macam, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan, harganya dapat berubah - ubah atau bersifat variabel. Dari nilainya dikenal dua golongan data kuantitatif, yaitu data diskrit (merupakan hasil menghitung, selalu dalam bentuk angka yang utuh), dan data kontinyu (merupakan hasil mengukur atau menimbang, dapat berupa angka pecahan).
          Data kuantitatif adalah data yang tidak dilukiskan dengan bilangan melainkan dengan lukisan kualitatif yang dikenal dengan nama kategoti dan atribut, misalnya baik, rusak, gagal, berhasil dan sebagainya. 

          Apabila kita ingin mengetahui berat badan rata - rata dari murid SD di kota K, maka seluruh murid dari semua SD yang ada dalam kota K yang menjadi sasaran penelitian kita disebut populasi atau universe. Populasi terdiri dari individu - individu yang dalam hal ini adalah masing - masing murid SD, yang satu persatu akan ditimbang berat badannya. Dengan demikian dikatakan bahwa populasi atau universe adalah kumpulan besar dari individu dapat berupa manusia, hewan, atau benda yang dijadikan sasaran penelitian statistik “.
          Dalam praktek penelitian, untuk menghimpun data dapat dipergunakan dua metode yaitu :
1.        Metode Sensus
Di sini kita meneliti keseluruhan individu yang ada dalam populasi.

2.        Metode Sampling
Dalam hal ini kita tidak meneliti keseluruhan populasi, tetapi halnya sebagian saja yang disebut sample. Metode sampling sering dipergunakan dalam penelitian - penelitian karena alasan efisiensi.

          Memilih sejumlah individu untuk dijadikan sample dari suatu populasi tidak dapat dilakukan sembarangan, karena individu - individu yang kita pilih itu harus merupakan sample yang representatif. Yaitu mempunyai karakteristik yang sama atau semaksimal mungkin mendekati karakteristik dari populasinya.          Untuk memperoleh sample yang demikian kita mempergunakan metode acak (random). Dengan memanfaatkan lotere, buah dadu ataupun Daftar Angka - angka Random.


D.      Langkah – Langkah Penyusunan Statistik

          Untuk membuat statistik tentang sesuatu persoalan ada             5 tahapan kegiatan yang harus dilakukan, yaitu :
1.            Perencanaan
2.            Pengumpulan data
3.            Pengolahan data
4.            Penyajian data
5.        Pembuatan analisis dan pengambilan kesimpulan


1.       Perencanaan
Dalam setiap kegiatan, peran perencanaan sangat penting, karena disamping sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan, rencana juga merupakan pedoman untuk melaksanakan evaluasi. Dalam perencanaan ini ditentukan tujuan penelitian, sasaran penelitian, cara - cara yang dipergunakan, pelaksananya siapa saja, kapan penelitian dilaksanakan dan seterusnya.


2.       Pengumpulan data :
Mengumpulkan data statistik dapat dilakukan baik dengan sensus atau sampling. Untuk ini ada 3 macam teknik yang dapat dijalankan, yaitu :

·           Observasi
Yaitu melaksanakan penelitian dengan terjun langsung dilapangan untuk menemui dan wawancara dengan individu - individu sasaran, sehingga diperoleh data yang akurat. Untuk persoalan tertentu dapat juga dilakukan penelitian di laboratorium. Dalam hal ini data yang diperoleh disebut data intern.

·           Registrasi
Ini dilakukan dengan mengambil dan mempergunakan data yang telah terhimpun dan dilaporkan oleh pihak lain, misalnya dengan memanfaatkan kepustakaan. Dengan cara ini data dapat dihimpun dengan lebih mudah dan murah. Di sini data yang diperoleh disebut data ekstern. 
Data ekstern dibagi menjadi data ekstern primer dan data ektern sekunder. Jika data itu dikeluarkan dan dikumpulkan oleh badan yang sama, maka di disebut  data ekstern primer. Dalam hal lainnya merupakan data sekunder.

·           Dengan mempergunakan Angket. 
Angket adalah sejumlah pertanyaan atau isian tertulis yang dikirimkan kepada individu - individu (disebut responden) untuk dijawab atau diisi, dan dikirimkan kembali kepada pihak peneliti. Angket dapat berisi pertanyaan - pertanyaan terbuka di mana responden dapat menjawab dengan bebas, ataupun pertanyaan tertutup dimana responden tinggal menandai kotak - kotak jawaban yang sudah disediakan. Ada kemungkinan tidak semua angket yang dikirim diterima kembali, dan jawabannya seringkali juga tidak akurat.


3.       Pengolahan data :
Data mentah yang terkumpul diolah, dikelompokkan, disusun menjadi array, dihitung karakteristik - karakteristiknya dan seterusnya.

4.       Penyajian data :
Penyajian data bertujuan agar hasil penelitian itu dapat dibaca dengan mudah dan dipahami oleh orang lain. Juga agar dapat dianalisis dan disimpulkan. Ada beberapa cara penyajian data yang dapat dilakukan, yaitu :

·           Penyajian secara naratif
Hasil penelitian di sajikan dalam bentuk cerita (teks). Cara ini jarang dipergunakan karena dengan cerita seringkali persoalan kurang dapat digambarkan dengan jelas, misalnya dalam mengemukakan perbandingan antara beberapa angka dan sebagainya.

·           Dalam bentuk daftar atau tabel
Ada dua macam diagram atau tabel yaitu Daftar Baris Kolom dan Daftar Disrtibusi Frekuensi

·           Dalam bentuk diagram atau grafik
Ada 6 macam diagram, yaitu Diagram Garis, Diagram Batang, Diagram Lambang / Simbol, Diagram Lingkaran / Pastel dan Diagram Titik / Pencar



5.       Pembuatan analisis dan pengambilan kesimpulan.
Analisis dan kesimpulan merupakan hasil akhir dari pembuatan statistik. Yang dapat dihimpun dan dibuat statistiknya adalah antara lain :

·           Data Demografi
Yaitu data tentang jumlah penduduk, pembagiannya menurut jenis kelamin, umur, pendidikkan, pekerjaan, besarnya angka perkembangan dan sebagainya.

·           Data Kesehatan Lingkungan
Misalnya jumlah rumah dan keadaannya, jumlah sumber air minum, jumlah jamban, tempat pembuangan sampah, pembuangan air limbah dan sebagainya.

·           Data Fasilitas Kesehatan
Jumlah rumah sakit, puskesmas, posyandu, apotik, toko obat, pptical, jenis dan jumlah tenaga kesehatan dan seterusnya.

·           Data Tentang Penyakit
Jenis penyakit yang sering timbul, Incidence Rate, Prevalence Rate, KLB ( Kejadian Luar Biasa ), Wabah, dan sebagainya. 

·           Data Vital Statistik
Angka kesuburan, angka kelahiran, angka kematian, angka kesakitan dan sebagainya.


E.      Vital Statistik


     Vital statistik adalah statistik yang berhubungan dengan peristiwa - peristiwa penting dalam kehidupan manusia, mulai sejak dilahirkan sampai meninggal dunia. Oleh karena peristiwa - peristiwa yang demikian itu sangat banyak jumlahnya, biasanya yang dibuat oleh instansi kesehatan hanya yang berhubungan erat dengan indikator - indikator kesehatan saja, sedangkan data yang lain apabila diperlukan dapat diminta dari instansi - instansi lain yang menanganinya, misalnya Pemerintah Daerah tingkat II, Pemerintah Daerah Tingkat I,  Kantor Statistik dan lain - lainnya.
          Angka - angka Vital statistik tersebut umumnya dinyatakan sebagai perbandingan (Rate) dan satuan promil ( ‰ ) dan dengan jangka waktu satu tahun. Beberapa angka vital statistik yang penting adalah sebagai berikut :


Yang berhubungan dengan Kelahiran dan Kesuburan :  
1.       Angka Kelahiran Umum (Crude Birth Rate = CBR)
Yaitu angka antara jumlah kelahiran hidup dalam satu tahun dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut          ( tanggal 1 Juli ).

CBR  = 
B
x  K

Pm


          Dimana : CBR  = Crude Birth Rate
          B            = Jumlah Kelahiran hidup pada tahun tertentu
          Pm         = Jumlah kelahiran pada pertengahan tahun tertentu
          K            = Bilangan Konstanta (0/00 )





2.       Angka Kesuburan Umum (General Fertility Rate = GFR)
Yaitu perbandingan antara jumlah kelahiran hidup dalam suatu tahun dengan jumlah penduduk wanita umur 15 - 49 tahun pada pertengahan tahun tersebut.

GFR  = 
B
x  K

Pr (15 – 49)



Yang berhubungan dengan kesakitan :

1.       Attack Rate (AR)
Perbandingan antara jumlah kasus baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu saat, dengan jumlah population at risk pada saat itu.  

2.       Angka Insidensi (Incidence Rate = IR)
Perbandingan antara jumlah kasus baru suatu penyakit dalam satu tahun, dengan jumlah population at risk pada pertengahan tahun tersebut.

3.       Angka Prevalensi (Prevalensi Rate = PR)
Perbandingan antara jumlah kasus baru dan kasus lama suatu penyakit selama suatu tahun, dengan jumlah population at risk pada pertengahan tahun tersebut.

Yang berhubungan dengan kematian

1.       Angka Kematian Umum (Crude Death Rate = CDR)
Perbandingan antara jumlah seluruh kematian dalam suatu tahun, dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut.



2.       Angka Kematian Khusus (Case Fatality Rate = CFR)
Misalnya akibat penyakit DHF : Perbandingan antara jumlah kematian akibat penyakit DHF selama suatu tahun, dengan jumlah            penduduk yang menderita penyakit DHF selama tahun tersebut.

3.       Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate = MMR)
Perbandingan antara jumlah kematian ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas selama suatu tahun dengan jumlah kelahiran ( hidup dan mati ) selama tahun tersebut.

4.       Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Perbandingan antara jumlah bayi yang meninggal selama suatu tahun, dengan jumlah kelahiran hidup selama tahun tersebut. IMR sering dipergunakan sebagai indikator keadaan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan  lingkungan, sedangkan MMR sebagai indikator keadaan sosial ekonomi masyarakat serta kualitas pelayanan KIA.







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Labels

Analisis Kasus Antropobiologi Antropologi Budaya Asesmen Kepribadian Asesmen: Observasi dan Wawancara Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Cerita Rakyat Cerpen Filosofi Filsafat Grafologi HRD Ilmu Kesehatan Mental & Psikopatologi Intervensi Dasar Kelompok dan Komunitas Intervensi Dasar Organisasi Jurnal Ketamansiswaan Kewarganegaraan Kode Etik Psikologi Kuliner Metode Penelitian Kualitatif Metode Penelitian Kuantitatif Parenting Pend. Agama Islam Pendidikan Pancasila Pengembangan Skala Psikologi Pengembangan Tes Prestasi Penyakit Kulit Perilaku Konsumen Psikodiagnostika Psikologi Psikologi Abnormal Psikologi Analitis Psikologi Eksperimen Psikologi Emosi Psikologi Faal Psikologi Forensik Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Kepemimpinan Psikologi Kepribadian Psikologi Kesukaran Belajar Psikologi Kewirausahaan Psikologi Klinis Psikologi Kognitif Psikologi Komunikasi Psikologi Konseling Psikologi Orhius Psikologi Pelatihan dan Pengembangan Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Seni Psikologi Sosial Psikologi Teknologi dan Informasi Psikologi Transpersonal Psikologi Ulayat (Indigenous Psychology) Psikologi Umum Psikometri Puisi Review Jurnal Sosiologi Statistika Statistika Inferensial Tes Psikologi Tips & Trik Umum

Popular Posts

  • Modul Interpretasi-Tes Grafis (DAP-BAUM-HTP-Wartegg)
  • KRIMINALITAS
  • Pandangan Teoritis Tentang Tingkah Laku Abnormal
  • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask
    Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask
  • ILMU KALAM

Time

Translate

About me

Anak pertama dari empat bersaudara, dilahirkan 23 tahun lalu di Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 04 April 1996 yang akhirnya memiliki dua suku yaitu suku Mandar dan Jawa.

Punya hobi bermain game online, menulis dan memasak. Suka traveling walau kantong tipis. Bercita-cita jadi dokter hewan dan psikolog. Si Pleghmatis yang kadang Koleris. Si cuek yang menyukai romantis. Si tukang nangis yang suka marah-marah. Si nekat yang takut sendirian. Si cadel yang susah untuk ngucapin p atau f dan juga r.

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Maret (1)
      • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum da...
  • ►  2019 (251)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (241)
Diberdayakan oleh Blogger.
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by BeautyTemplates