facebook twitter instagram

~ Beartopia ~

  • Home
  • Psychology
  • Joylada
    • Sweat & Tears
    • Freerunning Estafet
    • Pangeran Kuda Putih VS Mr. Cat

1.    Topik                                           :    Jurnal HRD
2.    Kerangka                         
a.  Judul                                       :   
       Analisis Penerapan Human Resource Training and Development Dan efektivitasnya Pada PT. Jaya Mas Mandiri Plus Surabaya.
       b.  Jurnal volume dan halaman    :
                   AGORA Vol. 1, No. 3, (2013)
       c.  Penulis                                    :
                   Steffenny dan Maria Praptiningsih
       d.  Tanggal                                   :
                   2013
       e.  Tujuan penelitian                    :
       Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan human resource training and development dan efektivitasnya pada PT.Jaya Mas Mandiri Plus.
       f. Definisi operasional variable penelitian           :
       Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting dalam kemajuan sebuah organisasi. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan training and development yang efektif.
       g.  Subjek penelitian                    :
                   PT. Jaya Mas Mandiri Plus Surabaya.
       h.  Metode penelitian                  :
                   Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara.
       i.   Teknik pengumpulan data      :
       Teknik analisis yang digunakan dalam penelitan adalah dekriptif kualitatif dengan metode pengujian data dengan cara triangulasi sumber.

       j.   Hasil penelitian                       :
                   Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan training and development
            pada perusahaan PT.Jaya Mas Mandiri Plus sudah efektif, karena training yang dilakukan sudah berjalan dengan baik. Dapat dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh perusahaan yang mendapatkan respon positif dari karyawan, karyawan juga lebih termotivasi, dan juga kinerja meningkat. Perusahaan melakukan training and development setiap tahun, tahap-tahap dalam training juga telah dilakukan. Oleh karena itu rancangan alternatif untuk membantu perusahaan agar dapat lebih meningkatkan penerapan training and development yang ada di perusahaan dapat berupa yang tahap training and development, implementasi training and development, dan evaluasi training and development.
       k.  Kekuatan penelitian               :
       Evaluasi training and development pada perusahaan ini juga telah berjalan dengan baik. Setiap ada training dilakukan, perusahaan juga melakukan evaluasi pada training yang telah dilaksanakan. Proses evaluasi perusahaan ini meliputi melihat reaksi, perilaku, dan hasil. Training and development yang sudah ada efektif dan efisien.
       l.   Kelemahan penelitian             :
       cara mengevaluasi perusahaan ini kurang maksimal, karena perusahaan tidak melakukan penilaian evaluasi dari karyawan, seperti memberikan kuesioner kepada karyawan setelah melakukan training. Perlu rancangan alternatif program training and development seperti tahap traning and development meliputi analisis kebutuhan, rancangan instruksi, validasi, menerapkan program, dan evaluasi. Metode-metode yang dapat digunakan dapat berupa on the job training seperti demonstrasi, praktek langsung, maupun selft training, metode off the job training seperti ceramah/lecture, role play dan vestibule training.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

PSIKOLOGI KOGNITIF

A.  Judul :
            Pengaruh Jenis Musik Terhadap Performa Kognitif yang Menuntut Ingatan Jangka Pendek pada Anak-Anak usia 7-11 Tahun.

B.  Volume dan Halaman :
                  Jurnal Psikologi Ulayat, Vol. 2. No. 2 , hlm. 461-472

C.  Penulis :
                  Ayu Paramita Sari dan Aully Grashinta

D.  Tanggal :
                  Desember 2015

E.  Tujuan Penelitian :
            Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis musik terhadap performa kognitif yang menuntut ingatan jangka pendek.
                 
F.   Definisi Operasional Variabel Penelitian :
            Memori atau ingatan dalam The New Encyclopedia Britanica (1994) diartikan sebagai kemampuan menyimpan dan mendapatkan informasi setelah pikiran manusia mendapatkan pengalaman. Santrock (2002) menjelaskan bahwa ingatan adalah unsur perkembangan kognitif, yang memuat seluruh situasi, yang didalamnya individu menyimpan informasi yang individu terima sepanjang waktu., informasi disimpan dan diolah dalam tiga tahapan yaitu sensori memori, ingatan jangka pendek (Short Term Memory), dan ingatan jangka panjang (Long Term Memory) (Mc. Leod(2002). STM dapat ditingkatkan dengan cara rehearsal (pengulangan) dan encoding (pengkodean).

            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) musik pop adalah musik dengan irama yang sederhana sehingga mudah dikenal dan disukai oleh orang umum. Shuker (2005) juga mendefinisikan musik pop sebagai musik yang mudah diperoleh, berorientasi pada komersil, menekankan pada chorus atau ulangan lagu yang mengesankan, dan lirik yang menyenangkan dengan tema romantik. Musik klasik memiliki perangkat musik yang beraneka ragam, sehingga di dalamnya terangkum warna warni suara yang rentang variasinya sangat luas. Dengan kata lain, variasi pada musik klasik jauh lebih kaya daripada variasi bunyi musik lainnya.

G.  Subjek Penelitian :
            Karakteristik subyek dalam penelitian ini anak usia 7-11 tahun dan memiliki kemampuan membaca. Jumlah sampel yang diambil adalah 150 anak (dari 3 Sekolah Dasar di Jakarta) yang dibagi dalam 3 kelompok yang masing-masing terdiri atas 50 anak.
                 
H.  Metode Penelitian :
            Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah partisipan.  Partisipan adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan.

I.    Teknik Pengumpulan Data :
            Responden penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yakni yakni kelompok eksperimen 1 (KE1), kelompok eksperimen (KE2), dan kelompok kontrol (KK). Penelitian dilakukan pada sebuah sekolah sehingga ruangan diatur sedemikian rupa untuk dapat menampung semua subyek penelitian dalam satu kali eksperimen. Kondisi sekolah yang tenang dan kondusif agar musik yang diperdengarkan dapat didengarkan dengan jelas juga menjadi hal yang dikontrol dalam penelitian ini. Untuk KE1 dan KE2 digunakan sound system yang sama dengan kondisi yang baik sehingga dapat didengar oleh 50 anak dalam satu kelas.

J.   Hasil Penelitian :
            Kelompok yang diperdengarkan musik pop memiliki rata-rata skor mengingat yang paling tinggi dibandingkan dengan musik klasik ataupun kelompok yang tidak diberikan musik sama sekali. Kelompok yang diberikan musik pop memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelompok kontrol. Musik pop yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis musik yang gembira dan bertempo sedikit cepat. Hasil penelitian ini merupakan hasil penelitian baru karena masih jarang dilakukan penelitian tentang musik pop, padahal anak-anak Indonesia lebih sering mendengarkan musk pop. Apabila emosi yang diterima oleh subyek penelitian dalam kelompok musik pop adalah emosi yang menyenangkan maka informasi (dalam penelitian ini rangkaian huruf tak bermakna) yang diterima oleh subyek dalam kelompok ini akan diproses lebih efisien. Hal ini bisa dinamakan fenomena Pollyanna Principles dari Schellenberg, Nakata, Hunter, dan Tamoto (2007) yaitu satuan informasi yang secara emosi menyenangkan biasanya diproses lebih efisien dan tepat daripada informasi yang mengandung kesedihan.

K.  Kekuatan Penelitian :
            Setelah melakukan penelitian kita mendapatkan kesimpulan bahwa jenis musik yang menyenangkan akan berpengaruh terhadap emosi seseorang yang baik, yang pada akhirnya akan berdampak pada optimalnya performa kognitif yang menuntut ingatan jangka pendek pada individu tersebut.


L.  Kelemahan penelitian :
            Salah satu kesulitan yang dialami ketika melakukan penelitian didapatkan bahwa subyek penelitian lebih menyenangi  mendengar musik pop dibanding musik klasik. Dengan demikian, faktor budaya diperkirakan memberi peranan yang signifikan terkait pilihan tema musik yang berdampak terhadap memori seseorang.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
DETERMINAN KEPEMIMPINAN

Abstraksi        

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mencari determinan yang menentukan kepemimpinan.Penelitian dilakukan di 13 bandara dan kantor pusat pengelola yang terdiri dari 84 unit kerja dalam berbagai tingkat mencakup berbagai macam kegiatan dengan jumlah sampel sebesar 3.048 responden dari populasi 4.150 pegawai. Hasil temuan dalam penelitian kepemimpinan menurunkan 22 hipotesa yang berdampak pada kepemimpinan. Dari 22 variabel independen atau variabel bebas terdapat 16 variabel yang berdampak positif pada kepemimpinan dan berdampak balik serta langsung berakumulasi. Ke 16 variabel itu adalah pembawa perubahan, komunikasi, kepemimpinan dalam pekerjaan, jejaring,pengembang orang lain, pengaruh, kerja kelompok, keragaman, pemakaian bahasa daerah, komitmen, kedisiplinan,keteladanan, kepamrihan kerja, keoptimisan, tindakan saling mengasihi, dan kekonsistenan. Hanya 1 variabel bebas yang berdampak pada kepemimpinan secara positif tapi tidak berdampak berbalik, yaitu dalam penggunaan piranti lunak selain MS Office, sedangkan 5 variabel independen yang lain berdampak negatif pada kepemimpinan dan tidakberdampak balik dan dengan sendirinya tidak akumulatif, yaitu variabel kebahagiaan, ketekunan, keefisienan, kesopansantunan dalam melayani, dan norma yang berlaku.





A.    Judul                                                           : Determinan Kepemimpinan
B.     Jurnal vol ,halaman                                  :  Makara,Sosial Humaniora,Vol.7,No.2.

C.     Penulis                                                         :  Bob WawoRuntu

D.    Tanggal                                                       :  Desember 2003

E.     Tujuan                                                     : Jadi tulisan ini murni melihat kepemimpinan dari  
perspektif nilai-nilai orang Indonesia dengan organisasi Indonesia, dalam konteks budaya Indonesia. Tulisan yangberdasarkan penelitian kepemimpinan ini inginmenjawab determinan-determinan yang menentukankepemimpinan dan kepemimpinan itu sendirimenentukan variabel tertentu. Ada banyak penelitiandan tulisan tentang kepemimpinan yang melahirkanbegitu banyak definisi, model, dan teori kepemimpinandi dunia ini. Selanjutnya dalam makalah ini akan dipaparkan berbagai teori, dari berbagai pakarkepemimpinan untuk dapat melihat perspektif lebih dalam dan luas ke depan tentang kepemimpinan. Penelitian dan tulisan ini tidak mengkorfirmasikan suatuteori apa pun melainkan merupakan penelitian eksploratif yang dapat menambah sumbangan pada teori dan temuan yang telah ada tentang sebuah model kepemimpinan di salah satu BUMN di Indonesia Walaupun demikian perlu diuraikan secara singkatberbagai teori tentang kepemimpinan yang menyebar di ilmu manajemen dan organisasi.

F.      Subjek Penelitian                                           : Daftar pertanyaan diedarkan kepada semua                                    pegawai yang populasinya adalah 4.150.

G.    Metode Penelitian                                          : Metodologi penelitian mengenai kepemimpinan               
yang diuraikan di sini membahas mengenai studi kedalaman, instrumen pengukuran, survei, sampel, serta metode analisis data.

H.    Defenisi Operasional Variabel Penelitian  : Studi kedalaman dilakukan pertama-tama melalui
pengamatan, wawancara, dan diskusi kelompok secara terarah dengan beberapa pimpinan dari berbagai tingkat atau eselon, serta staf pelaksana di beberapa unit kerjandi 13 bandara dan kantor pusatnya. Semua bandara ini terletak di Indonesia Tengah dan Timur. Para pejabat yang diwawancarai memiliki pengalaman paling kurang 2 atau 3 tahun di pekerjaannya. Temuan dari studi kedalaman mencakup 147 elemen nilai kerja atau variabel; 146 variabel diperlakukan sebagai variable bebas dan variabel kepemimpinan sebagai variable terikat.  Berdasarkan studi kedalaman ini ditemukan 147 elemen nilai kerja sebagai variabel yang harus diukur kebenarannya melalui survei yang lebih luas dan dalam. Alat ukur yang dipakai sebagai instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan dengan pernyataan positif. Semua elemen kerja yang berupa 147 variabel termasuk variabel kepemimpinan diukur dengan skala Likert atau skala ordinal, skala 1 sampai dengan skala 5. Daftar pertanyaan diedarkan kepada semua pegawai yang populasinya adalah 4.150. Cara ini adalah pendekatan sensus di semua unit kerja di 13 bandara dan kantor pusatnya. Data penelitian ini diambil dari penelitian atau hasil survei WawoRuntu 2002 yang belum menjawab elemen nnilai kerja kepemimpinan dan faktor kausalitasnya. Jumlah daftar pertanyaan yang dikembalikan adalah 3.048 dari 4.150. Jadi besar sampel yang diperoleh adalah 73%. Daftar pertanyaan yang dikembalikan jauh di atas 50% dan yang tidak dikembalikan, kosong, atau tidak berlaku besarnya 27%, berarti jauh di bawah 50%. Oleh karena itu, ukuran sampel yang terkumpul sangat besar dan dapat diandalkan sebagai bahan kajian. Semua variable dikaji secara deskriptif untuk menguji kembali data secara benar. Kepemimpinan adalah variabel terikat (dependent variable) dan 146 variabel lain adalah variabel bebas (independent variable). Untuk analisis data dipakai regresi ganda dengan cara step wise. Jadi kepemimpinan sebagai fungsi dari 146 variabel yang lain. Variabel yang mempengaruhi yang diambil hanya yang signifikan = 0,05 atau -2 = t = +2.

I.       Teknik Analisis Data                                                 : Semua variabel dikaji secara deskriptif 
untuk menguji kembali data secara benar. Kepemimpinan adalah variabel terikat (dependent variable) dan 146 variabel lain adalah variabel bebas (independent variable). Untuk analisis data dipakai regresi ganda dengan cara step wise. Jadi kepemimpinan sebagai fungsi dari 146 variabel yang lain. Variabel yang mempengaruhi yang diambil hanya yang signifikan ≤ 0,05 atau -2 ≥ t ≥ +2.  Terbukti hanya 22 variabel independen yang signifikan terhadap kepemimpinan. Variabel ini kemudian diuji. apakah kepemimpinan berdampak balik pada variabel independen yang signifikan dan memiliki pengaruh akumulatif. Semua variabel yang berdampak signifikan secara bergiliran menjadi variabel dependen dan secararegresi ganda dengan pendekatan step wise diuji dampaknya masing-masing, variabel dependen dengan 146 variabel yang lain dan termasuk kepemimpinan di tingkat pengujian dikembalikan sebagai variabel bebas dan tidak terikat. Semua variabel yang berdampak atausaling berbalik dampak memakai koefisien ßeta. Koefisien ini memakai z-score atau skor yang telah distandardisir yang berdasarkan skala ordinal telah ditransformasi ke skala rasio. Artinya skala ini telah memiliki nol mutlak, 0 adalah rata-rata hitungnya dari skor mentah yang ordinal telah menjadi skala rasio yang kontinu angkanya karena memiliki nol mutlak. Melalui perhitungan z-score, angka positif dari z-score adalah angka di atas rata-rata dan yang negatif berada di bawah rata-rata skor mentah dari skala ordinal. Jadi semua varibel telah memiliki skala pengukuran standar yang menjadi skala rasio dengan satuan pengukuran yang sama yang dapat diperbandingkan dan dapat dipadu dalam perhitungan. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan skala pengukuran dan dapat dipakai statistik parametrik.

J.       Hasil  Penelitian                                                      : Penelitian ini akan menjawab pertanyaan:
 Apakah faktor-faktor yang menjelaskan kepemimpinan? Faktorfaktor signifikan hanya ada 22 faktordari 146, yang menjelaskan kepemimpinan memandu kelompok dan orang lain. Terbukti dari Tabel bahwa tidak semua dari 22 elemen kerja berperilaku penentu positif terhadap kepemimpinan,ada 5 elemen kerja yang cenderung memberi dampak negatif pada kepemimpinan yang memandu kelompok dan orang lain. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih terbuka peluang untuk melakukan penelitian yang  sama dengan variabel yang sama dan mencari elemenkerja lain sebagai variabel yang belum teramati danteruji dalam penelitian ini, karena dalam penelitian inivariable bebasnya hanya menjelaskan 51% variable terikat kepemimpinan (R2 = 0,5 14). Selanjutnya, terbukti dari penelitian ini bahwa 49% belum menjawabatau belum menjelaskan dampak faktor-faktor di luar vaniabel independen kepemimpinan. Variabel penentu berdampak positif artinya bahwa kepemimpinan dengan variable penentunya berjalan searah atau salingmemperkuat atau saling memperlemah kepemimpinan.Pada dampak negatif, variable-variabel penentu cenderung bertolak belakang dengan variablekepemimpinan. Variabel tersebut saling bertentangan arah; artinya makin kuat variable penentu, cenderung makin melemahkan kepemimpinan.

K.    Kekuatan penelitian                                                 :  Faktor yang berdampak positif atau        
berjalan searah dan berakumulasi dengan kepemimpinan memandu   kelompok dan orang lain terlihat dari koefisien standar ßeta positif dalam tabel 1, yaitu pembawa perubahan,  komunikasi, kepemimpinan dalam pekerjaan, jejaring, pengembang orang lain, pengaruh, kerja kelompok, keragaman, pemakaian bahasa daerah, komitmen, kedisiplinan, penggunaan piranti lunak selain MS Office, keteladanan, kepamrihan kerja, keoptimisan, tindakan saling mengasihi, dan kekonsistenan.

L.      Kelemahan  Penelitan                                             :  Pada dampak negatif, variable-variabel
penentu cenderung bertolak belakang dengan variable kepemimpinan. Variabel tersebut saling bertentangan makin melemahkan kepemimpinan, tetapi dampak negative pada kepemimpinan tidak berbalik dampak. Variabel yang menentukan dan ditentukan kepemimpinan terlihat dalam Tabel 1.
 


Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Older Posts

Labels

Analisis Kasus Antropobiologi Antropologi Budaya Asesmen Kepribadian Asesmen: Observasi dan Wawancara Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Cerita Rakyat Cerpen Filosofi Filsafat Grafologi HRD Ilmu Kesehatan Mental & Psikopatologi Intervensi Dasar Kelompok dan Komunitas Intervensi Dasar Organisasi Jurnal Ketamansiswaan Kewarganegaraan Kode Etik Psikologi Kuliner Metode Penelitian Kualitatif Metode Penelitian Kuantitatif Parenting Pend. Agama Islam Pendidikan Pancasila Pengembangan Skala Psikologi Pengembangan Tes Prestasi Penyakit Kulit Perilaku Konsumen Psikodiagnostika Psikologi Psikologi Abnormal Psikologi Analitis Psikologi Eksperimen Psikologi Emosi Psikologi Faal Psikologi Forensik Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Kepemimpinan Psikologi Kepribadian Psikologi Kesukaran Belajar Psikologi Kewirausahaan Psikologi Klinis Psikologi Kognitif Psikologi Komunikasi Psikologi Konseling Psikologi Orhius Psikologi Pelatihan dan Pengembangan Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Seni Psikologi Sosial Psikologi Teknologi dan Informasi Psikologi Transpersonal Psikologi Ulayat (Indigenous Psychology) Psikologi Umum Psikometri Puisi Review Jurnal Sosiologi Statistika Statistika Inferensial Tes Psikologi Tips & Trik Umum

Popular Posts

  • Modul Interpretasi-Tes Grafis (DAP-BAUM-HTP-Wartegg)
  • KRIMINALITAS
  • Pandangan Teoritis Tentang Tingkah Laku Abnormal
  • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask
    Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask
  • ILMU KALAM

Time

Translate

About me

Anak pertama dari empat bersaudara, dilahirkan 23 tahun lalu di Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 04 April 1996 yang akhirnya memiliki dua suku yaitu suku Mandar dan Jawa.

Punya hobi bermain game online, menulis dan memasak. Suka traveling walau kantong tipis. Bercita-cita jadi dokter hewan dan psikolog. Si Pleghmatis yang kadang Koleris. Si cuek yang menyukai romantis. Si tukang nangis yang suka marah-marah. Si nekat yang takut sendirian. Si cadel yang susah untuk ngucapin p atau f dan juga r.

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Maret (1)
      • Serum Pencerah Wajah Terbaik: Triple Glow Serum da...
  • ►  2019 (251)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Maret (8)
    • ►  Februari (241)
Diberdayakan oleh Blogger.
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by BeautyTemplates